DAFTAR ISI

Rabu, 26 Maret 2014

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Image
Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.
Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram

Sebelum melakukan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.
Untuk mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram di dataran rendah dapat dilakukan dengan modifikasi terhadap bahan media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Dalam usaha skala kecil, eksperimen dalam menentukan takaran bahan media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh takaran yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini karena kayu keras banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapatkan serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.
Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk mengganti serbuk kayu adalah berbagai macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, berdasarkan pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk digunakan tetap serbuk gergaji kayu.
Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika memakai bahan yang sudah lama dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien karena bisa memangkas biaya dan cenderung mudah dicari karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur dapat menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menyebabkan pH media menjadi rendah.
Wadah yang digunakan untuk meletakkan campuran media adalah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai adalah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan

Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan oven selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua bahan tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium. Air yang digunakan harus air bersih untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar agar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Jadi pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian bagian atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog

Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.
Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN JAMUR TIRAM

Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.
Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan dapat berbeda-beda.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM

Ulat

Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.
Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh sebab itu, hama ulat sering dijumpai ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.
Pangkal jamur yang tertinggal di baglog saat pemanenan dapat menimbulkan binatang kecil seperti kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi karena jamur tidak muncul keluar sehingga luput saat pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.
Ulat bisa saja muncul karena rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.
Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)

Secara mekanis hama semut dan laba-laba dapat diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kemis hama tersebut dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida jika serangan tidak parah karena produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan jika pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, dapat memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada mulut baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

TUMBUHNYA CENDAWAN ATAU JAMUR LAIN

Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang
Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

PANEN DAN PASCA PANEN

Pemanenan merupakan kegiatan budidaya yang selalu dinantikan oleh pelaku usaha. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram

Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 4o hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram

Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran

Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian bagian tubuh buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pencucian dan pemisahan ini penting untuk dilakukan karena bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada bagian pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada tubuh buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram berdasarkan bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen saat dipasarkan.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram

Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan lama untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya dapat mempertahankan kesegaran jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh karena itu, agar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu lama dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin. (@petunjukbudidaya)

Cara Merawat Mobil Tua

Merawat Mobil Tua

Merawat Mobil Tua
-
Jika Anda memiliki kendaraan berusia lebih dari 10 tahun, perlu perhatian ekstra agar penggunaanya bisa sebaik mobil yang lebih muda. Ikuti tip-tip berikut agar mobil Anda dapat selalu terjaga dalam kondisi yang prima.

Percepat penggantian oli. Untuk memberi perlidungan ekstra pada mesin mobil yang berumur lebih dari 10 tahun, sebaiknya penggantian oli dilakukan setiap 2.500 km. Hal ini dapat meringankan beban kinerjanya, terutama saat putaran tinggi, selain juga dapat mencegah timbulnya deposit di sekitar mesin. Dan, tingkat emisi pun dapat lebih ditekan. Agar proteksinya maksimal, sebaiknya,gunakan  jenis kekentalan oli yang SAE 10- 40 W atau 15-40 W.

Perhatikan kabel. Gantilah kabel–kabel yang sudah getas dengan yang baru. Karena, kabel getas dapat menyebabkan korsleting di sekitar mesin, atau mengakibatkan mesin tidak dapat dihidupkan. Kerusakan itu juga dapat menyebabkan timbulnya percikan di permukaan kabel, yang dapat menimbulkan kebakaran. Biaya penggantian komponen tersebut dimulai dari Rp 3 juta hingga di atas Rp 10 juta.

Perhatikan bagian kaki–kaki. Penting untuk menjaga agar kondisi kaki–kaki mobil berusia tua selalu dalam keadaan prima. Seperti pada bagian ball joint, tie rod, bushing arm, suspensi, dan karet stabilizer. Ini juga salah satu cara untuk mencegah terjadinya bunyi  yang tidak Anda inginkan di sekitar bagian chasis mobil Anda.

Gunakan cover untuk jok. Untuk memperpanjang umurnya, tutuplah jok asli mobil dengan cover jok yang cukup tebal. Hal ini akan menghindari efek dari tumpahnya kotoran yang mudah menodai jok, dan menjaga agar jahitan di sekitarnya tidak mudah lepas.  Untuk meningkatkan kinerja mesin mobil, sebaiknya ring seher yang sudah lemah atau berkerak diganti dengan yang baru. Jika tidak, maka aliran bensin menjadi tidak lancar, serta suara mesin menjadi kasar. Hal tersebut dapat mengakibatkan kepincangan di sekitar mesin, atau putarannya jadi tersendat-sendat akibat pasokan bahan bakar menjadi tidak optimal.

Pakai cover. Agar catnya tidak cepat pudar, sebaiknya lindungi mobil dengan cover mobil –terutama jika Anda sering memarkirnya di luar garasi. Dengan demikian,  ini dapat mencegah mobil terkena getah pohon atau kotoran yang mungkin bisa sulit untuk dibersihkan.

Minggu, 02 Maret 2014

Makin Tua Makin Disayang

Sepeda motor modern seperti matic, sport, sistem injeksi dan lainnya, hampir ada di setiap keluarga di Medan. Harganya relatif terjangkau dan bisa pula dikredit. Tapi, bagi pecinta motor tua, kecanggihan teknologi sepeda motor masa kini serta bentuknya yang makin menarik masih kalah indah dibanding motor-motor tua mereka.
TOURING: Anggota Komunitas Honda Classic Motor (HCM) saat touring  kawasan wisata Parapat.
TOURING: Anggota Komunitas Honda Classic Motor (HCM) saat touring ke kawasan wisata Parapat.

Seperti penuturan Ketua Honda Classic Motor (HCM) Medan, Bambang yang ditemui di sekretariatnya di Jalan Megawati Gang Damai nomor 4A. Bahkan motor-motor tua itu pula yang menyatukan ke 25 anggkota komunitas HCM. “Kami adalah penghobi motor tua yang berkumpul dan membentuk komunitas HCM,” ujar Bambang. Bagi Bambang, naik motor klasik memberikan kepuasan batin tersendiri daripada menunggang motor modern. “Kalau kita menaiki motor yang klasik ini tidak terpancing kebut-kebutan karena motor ini tidak bisa kencang, kecepatannya paling sampai 50 km perjam saja,” tambahnya.
Tiap anggota HMC dipastikan memiliki sepeda motor tua yang menjadi kendaraan kesayangan. Jenis motor yang di pakai komunitas ini antara lain C 50 keluaran 1968 sampai 1975, C 70 buatan 1959 sampai 1972, C 90 lansiran C 90 dibuat 1975, CB 100 dan CB 125 tahun pembuatan 1970 sampai 1980-an, Benly dibuat 1965 sampai 1970 dan Kijang dibuat 1969. “Biasanya motor ini paling lama dibuat pada 80-an. Makin tua makin banyak kenangannya dan makin disayang,” ucapnya.
Usia yang kian senja, tak jarang menimbulkan kendala tersendiri dalam pengadaan sparepart. Beruntung, anggota komunitas HCM saling membantu. “Dengan komunitas ini, lebih mudah mencari sparepartnya karena bisa saling berbagi info,” ucapnya.
Alasan lain para anggota bergabung dalam komunitas ini, sebagai wadah berkumpulnya para baikers klasik. “Banyak teman dan ajang silaturahmi sesama pecinta Honda klasik,” kata Bambang.
Diskusi dan silaturahim sesama anggota rutin dilakukan setiap Minggu di depan Masjid Raya Al Mashun Medan. Selain itu juga melakukan touring keluar seperti kota ke Berastagi, Perapat, Binja, Tebing Tinggi, Stabat dan kota lainnya. Kepuasan pun didapat saat mereka melakukan touring, mereka menjadi pusat perhatian pengendara lain.
Untuk kedepannya, kata Bambang mereka ingin mengembangkan komunitas yang saat ini mereka lakukan. Selain itu juga mengokohkan internal anggota yang lebih baik. “Yang pastinya mantapkan internal aja dulu,” ucapnya.(mag-19)

Harga Melambung setelah ‘Dibangun’

Merawat motor klasik tidaklah semudah memelihara motor yang modern. Selain banyak komponen yang sudah aus, juga susah mencarinya suku cadang yang baru.
Menurut Ketua Honda Classic Motor (HCM) Medan, Bambang, kendala yang sering ditemui pada motor tua yang akan dibangun ulang, mesin yang rusak, body motor keropos dan cat-cat yang sudah lekang. Sepeda motor tua dengan kondisi yang perlu perbaikan besar tetapi mesinm asih hidup, biasanya harganya berkisar Rp1,5 juta-2 juta.
Karena, alasan susah mencari spare part, banyak masyarakat menjual motor ini dengan harga murah.
Untuk membangun sebuah sepeda motor Honda klasik, menurut Bambang, tidak perlu biaya mahal. Soal mesing, rata-rata hanya butuh dana sekitar satu jutaan rupiah.
Perbaikannya pun bisa dilakukan di bengkel mana saja. Untuk body, biayanya juga tak mahal. “Total perbaikan biayanya tak sampai Rp5 juta,” ujar Bambang.
Setelah sepeda motor sehat, tak jarang penghobi rela menebus dengan harga mahal, di atas Rp10 juta per sepeda motor.
Yang perlu diperhatikan bagi pemilik sepeda motor tua, tutur Bambang, pergantian oli mesin secara berkala. Sebaiknya dilakukan sebulan sekali, karena oli membantu melancarkan kinerja mesin yang sudah tua tersebut. “Selain itu sistem platinanya juga harus dijaga,” ucapnya.
Kedua, memakai motor klasik tidak perlu memaksakan kinerja mesin. “Dan yang ketiga itu, kabel atau tempat perapiannya diusahkan yang bagus atau orisinal karena memakai yang seperti itu lebih puas lagi dan tidak gampang rusak,” jelasnya

kebugaran jasmani


Cara Alami Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Kali ini Coco Kosmetik akan membahas cara alami menjaga tubuh tetap sehat. Memiliki tubuh yang segar bugar menjadi keinginan yang dimiliki oleh setiap orang di dunia ini. Karena dengan memiliki tubuh yang sehat tersebut kita akan dapat melakukan berbagai macam aktivitas yang kita sukai tanpa harus terhalang oleh penyakit yang ada di tubuh. Nah untuk mendapatkan kesehatan pada tubuh tersebut maka anda perlu melakukan banyak hal baik yang berguna untuk menjaga kesehatan tubuh salah satunya adalah dengan olahraga. Bagaimana cara alami menjaga tubuh tetap sehat ? untuk mendapatkan penjelasan selengkapnya maka sangat penting bagi anda untuk memperhatikan penjelasan berikut ini dengan seksama.
  1. Seperti yang saya katakan di atas bahwa olahraga merupakan sebuah hal yang teramat penting untuk dilakukan agar dapat menjaga kesehatan tubuh. Ini karena dengan olahraga maka pere
    daran darah dalam tubuh akan semakin lancar sehingga asupan energi dalam tubuh pun lancar dengan demikian tubuh menjadi kebal terhadap berbagai macam virus penyakit yang ingin masuk ke dalam tubuh.
  2. Tubuh membutuhkan cairan dalam jumlah yang cukup yang dengannya dapat anda penuhi dengan memberikan pasokan air. Jadi sebaiknya anda meminum air putih minimal 8 gelas dalam sehari guna memenuhi kebutuhan air bagi tubuh.
  3. Cara Alami Menjaga Tubuh Tetap SehatMemakan makanan yang bergizi layaknya makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna harus menjadi kebiasaan baik yang dapat anda mulai dari sekarang. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi maka selain baik untuk pertumbuhan juga baik untuk menguatkan kekebalan tubuh.
  4. Membiasakan untuk selalu berpikir positif merupakan sebuah hal yang baik untuk mengurangi resiko seseorang untuk terkena stress. Yang dengannya tentu akan menghindarkan seseorang dari berbagai macam penyakit yang dapat terjadi karena stress.
  5. Memiliki waktu istirahat yang cukup, minimal delapan jam sehari anda harus tidur guna membuat tubuh menjadi lebih segar ketika anda bangun. Membiarkan ruangan tempat tidur gelap menjadi sebuah hal yang baik karena dengan hal tersebut hormon melatonin memiliki kinerja yang optimal dalam meningkatkan kekebalan tubuh.
Dan itulah beberapa cara alami menjaga tubuh tetap sehat yang dapat anda lakukan untuk menjaga tubuh yang kita miliki tetap segar bugar sehingga kita tetap bebas melakukan berbagai macam aktivitas menyenangkan yang kita sukai. Semoga tips yang kami berikan tadi dapat bermanfaat bagi anda. Kami juga memiliki suplemen herbal dan minyak goreng alami untuk memasak dari minyak kelapa yang sangat baik untuk menjaga kesehatan anda. Semua produk kami tersebut ampuh untuk mengobati segala jenis penyakit dan aman untuk dikonsumsi.

Rabu, 05 Februari 2014

TERNAK SAPI YANG MEMBAWA UNTUNG



CARA BUDIDAYA SAPI  METAL


Belakangan, para peternak dan pelaku bisnis peternakan sapi di sejumlah daerah diwarnai oleh jenis sapi yang tidak lagi berwarna hitam putih. Sapi baru yang banyak ditemukan adalah jenis sapi berwarna kecoklatan dan dengan bentuk tubuh yang lebih besar. Salah satu jenis sapi berwarna coklat itu adalah sapi Metal atau Simmental. Ternak sapi metal tampaknya sedang trend dan menjadi pilihan dibandingkan sapi lokal yang selama ini diternakkan.
Ada dua jenis sapi berwarna coklat yang banyak diternakkan tersebut. Selain sapi metal, ada lagi jenis sapi limosin yang terutama dimanfaatkan sebagai sapi potong untuk diambil dagingnya. Sedangkan sapi metal adalah jenis sapi potong maupun sapi perah yang umumnya diusahakan untuk program penggemukan. Apalagi kemampuan makan jenis sapi metal cukup besar, sehingga cukup potensial sebagai usaha peternakan sapi yang cukup menguntungkan.
Kebutuhan Tinggi
Sapi metal merupakan jenis sapi impor yang berasal dari Simme, Switzerland. Jenis sapi ini juga banyak diternakkan di Eropa dan Amerika dan menjadi salah satu sapi unggulan, baik sebagai sapi perah maupun sebagai sapi pedaging. Apalagi berat sapi metal dewasa bisa mencapai lebih dari 1 ton. Hal ini pula yang membuat daya tarik sapi jenis ini untuk usaha peternakan terutama karena penampilannya yang besar tersebut.
Apalagi kalau dihubungkan dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap susu maupun daging sapi.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal saja, umumnya peternakan sapi belum mampu memenuhinya. Baik kebutuhan daging, utamanya lagi kebutuhan susunya. Kebutuhan masyarakat terhadap susu sapi sangat tinggi. Sedangkan untuk kebutuhan daging, umumnya masyarakat masih bisa mencari dan memilihnya dari jensi daging lainnya, seperti ayam dan kambing.

Pemeliharaan Singkat
Jenis bisnis yang menarik dari usaha ternak sapi metal adalah pada usaha penggemukannya. Dengan pola ini kita tidak perlu memelihara sapi terlalu lama hingga bertahun-tahun. Cukup dengan mengambil bibit anakan yang sudah cukup dewasa, lalu dipelihara antara 6 hingga 12 bulan, dan setelah itu dijual kembali. Pola ini belakangan juga banyak dilakukan para pengusaha maupun peternak untuk menghindari risiko yang lebih besar apabila dipelihara terlalu lama.
Memang cukup banyak produk ikutan yang bisa dihasilkan dari peternakan sapi. Selain susu dan dagingnya, sapi juga dapat memberikan keuntungan tambahan dari kulit dan tanduknya yang masih bisa dijual. Selain itu, kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat pupuk kandang yang dibutuhkan untuk pertanian. Namun hasil ini baru bisa diperoleh setelah pemeliharaan yang cukup lama.
Sedangkan dengan pola penggemukan, keuntungan kotor per ekor yang bisa diperoleh rata-rata mencapai 50 hingga 60 persen dari modal. Itu saja hanya untuk jangka waktu pemeliharaan antara 6 bulan hingga 1 tahun. Setelah dikurangi biaya pakan dan operasional, tak kurang dari 25 hingga 30 persen keuntungan bersih bisa masuk.
Untuk memperbesar nilai keuntungan, maka jumlah sapi yang digemukkan juga mestinya lebih banyak lagi. Setidaknya antara 30 hingga 50 ekor, sehingga keuntungan dari usaha ternak sapi metal yang diperolehpun bisa relatif besar.